Lula da Silva Kalahkan Presiden Petahana Brasil Jair Bolsonaro dalam Pilpres Putaran Kedua
![]() |
| Kiri: Lula da Silva. Kanan: Jair Bolsonaro. Source: CNN Brasil |
Brasil kembali mengadakan pesta demokrasi untuk pemilihan presiden baru mereka setelah tidak ada kandidat dalam pilpres putaran pertama lalu yang mampu mencapai perolehan suara 50 persen.
Dua kandidat utama, Lula dan
Bolsonaro masing-masing hanya memperoleh suara sebesar 48,4 persen dan 43,2
persen dalam pilpres putaran pertama. Hal tersebut membuat mereka harus
bertarung kembali di pilpres putaran kedua yang dilaksanakan pada Minggu
(30/10).
Hasilnya, mantan presiden Luiz
Inacio Lula da Silva mengalahkan presiden petahana Brasil Jair Bolsonaro dengan
selisih yang sangat tipis.
Mahkamah Agung Pemilihan Umum
memberikan pernyataan mengenai hasil pilpres pada putaran kedua ini. Lula unggul
atas Bolsonaro dengan perolehan suara 50,9 persen, sedangkan Bolsonaro
memperoleh 49,1 persen.
Hasil pilpres ini adalah yang
paling ketat dan sempat memecah Brasil menjadi dua, karena hanya selisih 2 juta
suara saja dari total 156 juta pemilih di Brasil. Sehingga, Lula sebagai
kandidat presiden terpilih nampaknya harus menyatukan kembali perpecahan
tersebut.
Lula da Silva akan dilantik
menjadi Presiden Brasil pada 1 Januari 2023 mendatang serta akan menjabat
sebagai presiden untuk periode yang ketiga.
“Mulai 1 Januari 2023, saya
akan memimpin 215 juta penduduk Brasil, tidak hanya warga yang memilih saya
dalam pilpres. Tidak ada lagi dua Brasil. Kita adalah satu negara, satu warga,
satu negara besar,” tutur Lula dalam pidatonya di depan para
jurnalis dan pendukungnya, dilansir dari CNN.
Kemenangan Lula menandakan
kemenangan sayap kiri yang konservatif atas sayap kanan yang progresif untuk
kembali memimpin di Brasil.
Sesuai tradisi yang ada, pihak
yang kalah akan diberikan kesempatan untuk memberikan pernyataan serta
memberikan ucapan selamat kepada pihak yang menang.
Namun, sejak Mahkamah Agung Pemilihan
Umum mengumumkan hasil pilpres secara resmi, Bolsonaro masih enggan berkomentar
mengenai kekalahannya.
Bolsonaro dengan tanpa bukti
menuding adanya kecurangan dalam proses pemilihan tersebut.
Bahkan, sebelumnya ia secara
terang-terangan mengungkapkan bahwa akan menolak hasil pilpres jika ia kalah
dalam kontestasi politik tersebut.
Sebagian pendukungnya telah
mengakui kekalahan Bolsonaro atas Lula, serta menolak adanya klaim kecurangan
dalam pemilu berbasis elektronik ini.
(Dimas Septo Nugroho)

Comments
Post a Comment