Kekejaman Israel yang Menewaskan Enam Warga Palestina dalam Agresi di Tepi Barat

Pasukan Israel yang melakukan serangan terhadap warga Palestina. Source: SINDOnews.

Enam warga Palestina tewas akibat operasi militer yang dilakukan Tentara Israel pada Selasa (25/10/2022). Lima orang tewas saat sedang terjadi serangan dan satu orang lainnya tewas akibat tembakan langsung oleh tentara Israel ketika turun ke jalan melakukan protes terhadap serangan yang terjadi.

Sebelum agresi tersebut terjadi, ketegangan di Tepi Barat sudah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Israel kemudian melakukan pengepungan di Kegubernuran Nablus dengan tujuan mencari tersangka yang membunuh pasukan Israel dalam penembakan pada 11 Oktober lalu di dekat pemukiman Shavei Shomron, barat laut Nablus.

Pihak The Lion’s Den menyatakan bertanggung jawab atas hal tersebut, tetapi tersangka masih terus menjadi buron.

Dilansir dari Aljazeera, enam korban tewas dalam agresi yang dilakukan pasukan Israel pada Selasa diantaranya Hamdi Sharaf (30), Ali Antar (26), Hamdi Qayyem (35), Wadee al-Hawah (31), Mish’al Baghdadi (27), dan Qusai al-Tamimi (19).

Wadee al-Hawah (31) merupakan komandan senior sekaligus pendiri kelompok militan The Lion’s Den, sedangkan Qusai al-Tamimi (19) merupakan pemuda yang melakukan aksi turun ke jalan dengan melempari batu ke arah pasukan Israel di kota Nabi Salih.

Selain menyebabkan enam korban tewas, pihak Palestina menyebutkan bahwa terdapat setidaknya 21 orang mengalami luka-luka. Namun, tidak ada konfirmasi apapun mengenai jumlah korban dari pasukan Israel.

Dalam operasi militer tersebut, Israel menargetkan serangan pada kelompok militan Palestina di Nablus, The Lion’s Den, yang telah menewaskan setidaknya dua tentara Israel.

Mahmoud Abbas, Presiden Palestina sekaligus Presiden Otoritas Nasional Palestina menyerukan AS untuk menghentikan agresi militer yang dilakukan Israel.

Perdana Menteri Israel Yair Lapid menyatakan sebagaimana dilansir dalam CNN, bahwa pihaknya akan terus menyebabkan kerusakan parah pada terorisme di Jenin, Nablus, dan tempat lain di mana sarang teroris tumbuh. Laboratorium milik kelompok militan The Lion’s Den juga telah hancur dan rusak parah.

Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan bahwa telah ada 184 warga Palestina yang tewas dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal tahun yang 41 diantaranya merupakan anak-anak.

PBB juga mengatakan bahwa tahun ini adalah yang tertinggi dalam kematian warga Palestina di Tepi Barat sejak 16 tahun terakhir.

Dan saat ini, Nablus sedang dalam keadaan mogok. Seluruh pertokoan, restoran, dan pasar tutup. Hanya terdengar suara tembakan ke udara dari pasukan Israel di kota itu.

(Dimas Septo Nugroho)

Comments